Minggu, 26 Februari 2012
cinta seorang suami (bagian 2)
Hari-hari yang kujalani setelah kepergiannya bukanlah kebebasan seperti yang selama ini kuinginkan tetapi aku malah terjebak di dalam keinginan untuk bersamanya. Di hari-hari awal kepergiannya, aku duduk termangu memandangi piring kosong. Ayah, Ibu dan ibu mertuaku membujukku makan. Tetapi yang kuingat hanyalah saat suamiku membujukku makan kalau aku sedang mengambek dulu. Ketika aku lupa membawa handuk saat mandi, aku berteriak memanggilnya seperti biasa dan ketika malah ibuku yang datang, aku berjongkok menangis di dalam kamar mandi berharap ia yang datang. Kebiasaanku yang meneleponnya setiap kali aku tidak bisa melakukan sesuatu di rumah, membuat teman kerjanya kebingungan menjawab teleponku. Setiap malam aku menunggunya di kamar tidur dan berharap esok pagi aku terbangun dengan sosoknya di sebelahku.
Dulu aku begitu kesal kalau tidur mendengar suara dengkurannya, tapi sekarang aku bahkan sering terbangun karena rindu mendengarnya kembali. Dulu aku kesal karena ia sering berantakan di kamar tidur kami, tetapi kini aku merasa kamar tidur kami terasa kosong dan hampa. Dulu aku begitu kesal jika ia melakukan pekerjaan dan meninggalkannya di laptopku tanpa me-log out, sekarang aku memandangi komputer, mengusap tuts-tutsnya berharap bekas jari-jarinya masih tertinggal di sana. Dulu aku paling tidak suka ia membuat kopi tanpa alas piring di meja, sekarang bekasnya yang tersisa di sarapan pagi terakhirnyapun tidak mau kuhapus. Remote televisi yang biasa disembunyikannya, sekarang dengan mudah kutemukan meski aku berharap bisa mengganti kehilangannya dengan kehilangan remote. Semua kebodohan itu kulakukan karena aku baru menyadari bahwa dia mencintaiku dan aku sudah terkena panah cintanya.
Aku juga marah pada diriku sendiri, aku marah karena semua kelihatan normal meskipun ia sudah tidak ada. Aku marah karena baju-bajunya masih di sana meninggalkan baunya yang membuatku rindu. Aku marah karena tak bisa menghentikan semua penyesalanku. Aku marah karena tak ada lagi yang membujukku agar tenang, tak ada lagi yang mengingatkanku sholat meskipun kini kulakukan dengan ikhlas. Aku sholat karena aku ingin meminta maaf, meminta maaf pada Allah karena menyia-nyiakan suami yang dianugerahi padaku, meminta ampun karena telah menjadi istri yang tidak baik pada suami yang begitu sempurna. Sholatlah yang mampu menghapus dukaku sedikit demi sedikit. Cinta Allah padaku ditunjukkannya dengan begitu banyak perhatian dari keluarga untukku dan anak-anak. Teman-temanku yang selama ini kubela-belain, hampir tak pernah menunjukkan batang hidung mereka setelah kepergian suamiku.
Empat puluh hari setelah kematiannya, keluarga mengingatkanku untuk bangkit dari keterpurukan. Ada dua anak yang menungguku dan harus kuhidupi. Kembali rasa bingung merasukiku. Selama ini aku tahu beres dan tak pernah bekerja. Semua dilakukan suamiku. Berapa besar pendapatannya selama ini aku tak pernah peduli, yang kupedulikan hanya jumlah rupiah yang ia transfer ke rekeningku untuk kupakai untuk keperluan pribadi dan setiap bulan uang itu hampir tak pernah bersisa. Dari kantor tempatnya bekerja, aku memperoleh gaji terakhir beserta kompensasi bonusnya. Ketika melihatnya aku terdiam tak menyangka, ternyata seluruh gajinya ditransfer ke rekeningku selama ini. Padahal aku tak pernah sedikitpun menggunakan untuk keperluan rumah tangga. Entah darimana ia memperoleh uang lain untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga karena aku tak pernah bertanya sekalipun soal itu.Yang aku tahu sekarang aku harus bekerja atau anak-anakku takkan bisa hidup karena jumlah gaji terakhir dan kompensasi bonusnya takkan cukup untuk menghidupi kami bertiga. Tapi bekerja di mana? Aku hampir tak pernah punya pengalaman sama sekali. Semuanya selalu diatur oleh dia.
Kebingunganku terjawab beberapa waktu kemudian. Ayahku datang bersama seorang notaris. Ia membawa banyak sekali dokumen. Lalu notaris memberikan sebuah surat. Surat pernyataan suami bahwa ia mewariskan seluruh kekayaannya padaku dan anak-anak, ia menyertai ibunya dalam surat tersebut tapi yang membuatku tak mampu berkata apapun adalah isi suratnya untukku.
Istriku Liliana tersayang,
Maaf karena harus meninggalkanmu terlebih dahulu, sayang. maaf karena harus membuatmu bertanggung jawab mengurus segalanya sendiri. Maaf karena aku tak bisa memberimu cinta dan kasih sayang lagi. Allah memberiku waktu yang terlalu singkat karena mencintaimu dan anak-anak adalah hal terbaik yang pernah kulakukan untukmu.
Seandainya aku bisa, aku ingin mendampingi sayang selamanya. Tetapi aku tak mau kalian kehilangan kasih sayangku begitu saja. Selama ini aku telah menabung sedikit demi sedikit untuk kehidupan kalian nanti. Aku tak ingin sayang susah setelah aku pergi. Tak banyak yang bisa kuberikan tetapi aku berharap sayang bisa memanfaatkannya untuk membesarkan dan mendidik anak-anak. Lakukan yang terbaik untuk mereka, ya sayang.
Jangan menangis, sayangku yang manja. Lakukan banyak hal untuk membuat hidupmu yang terbuang percuma selama ini. Aku memberi kebebasan padamu untuk mewujudkan mimpi-mimpi yang tak sempat kau lakukan selama ini. Maafkan kalau aku menyusahkanmu dan semoga Tuhan memberimu jodoh yang lebih baik dariku.
Teruntuk Farah, putri tercintaku. Maafkan karena ayah tak bisa mendampingimu. Jadilah istri yang baik seperti Ibu dan Farhan, ksatria pelindungku. Jagalah Ibu dan Farah. Jangan jadi anak yang bandel lagi dan selalu ingat dimanapun kalian berada, ayah akan disana melihatnya. Oke, Buddy!
Aku terisak membaca surat itu, ada gambar kartun dengan kacamata yang diberi lidah menjulur khas suamiku kalau ia mengirimkan note.
Notaris memberitahu bahwa selama ini suamiku memiliki beberapa asuransi dan tabungan deposito dari hasil warisan ayah kandungnya. Suamiku membuat beberapa usaha dari hasil deposito tabungan tersebut dan usaha tersebut cukup berhasil meskipun dimanajerin oleh orang-orang kepercayaannya. Aku hanya bisa menangis terharu mengetahui betapa besar cintanya pada kami, sehingga ketika ajal menjemputnya ia tetap membanjiri kami dengan cinta.
Aku tak pernah berpikir untuk menikah lagi. Banyaknya lelaki yang hadir tak mampu menghapus sosoknya yang masih begitu hidup di dalam hatiku. Hari demi hari hanya kuabdikan untuk anak-anakku. Ketika orangtuaku dan mertuaku pergi satu persatu meninggalkanku selaman-lamanya, tak satupun meninggalkan kesedihan sedalam kesedihanku saat suamiku pergi.
Kini kedua putra putriku berusia duapuluh tiga tahun. Dua hari lagi putriku menikahi seorang pemuda dari tanah seberang. Putri kami bertanya, “Ibu, aku harus bagaimana nanti setelah menjadi istri, soalnya Farah kan ga bisa masak, ga bisa nyuci, gimana ya bu?”
Aku merangkulnya sambil berkata “Cinta sayang, cintailah suamimu, cintailah pilihan hatimu, cintailah apa yang ia miliki dan kau akan mendapatkan segalanya. Karena cinta, kau akan belajar menyenangkan hatinya, akan belajar menerima kekurangannya, akan belajar bahwa sebesar apapun persoalan, kalian akan menyelesaikannya atas nama cinta.”
Putriku menatapku, “seperti cinta ibu untuk ayah? Cinta itukah yang membuat ibu tetap setia pada ayah sampai sekarang?”
Aku menggeleng, “bukan, sayangku. Cintailah suamimu seperti ayah mencintai ibu dulu, seperti ayah mencintai kalian berdua. Ibu setia pada ayah karena cinta ayah yang begitu besar pada ibu dan kalian berdua.”
Aku mungkin tak beruntung karena tak sempat menunjukkan cintaku pada suamiku.
Aku menghabiskan sepuluh tahun untuk membencinya, tetapi menghabiskan hampir sepanjang sisa hidupku untuk mencintainya. Aku bebas darinya karena kematian, tapi aku tak pernah bisa bebas dari cintanya yang begitu tulus.
cinta seorang suami (bagian 1)
Walaupun menikah terpaksa, aku tak pernah menunjukkan sikap benciku. Meskipun membencinya, setiap hari aku melayaninya sebagaimana tugas istri. Aku terpaksa melakukan semuanya karena aku tak punya pegangan lain. Beberapa kali muncul keinginan meninggalkannya tapi aku tak punya kemampuan finansial dan dukungan siapapun. Kedua orangtuaku sangat menyayangi suamiku karena menurut mereka, suamiku adalah sosok suami sempurna untuk putri satu-satunya mereka.
Ketika menikah, aku menjadi istri yang teramat manja. Kulakukan segala hal sesuka hatiku. Suamiku juga memanjakanku sedemikian rupa. Aku tak pernah benar-benar menjalani tugasku sebagai seorang istri. Aku selalu bergantung padanya karena aku menganggap hal itu sudah seharusnya setelah apa yang ia lakukan padaku. Aku telah menyerahkan hidupku padanya sehingga tugasnyalah membuatku bahagia dengan menuruti semua keinginanku.
Di rumah kami, akulah ratunya. Tak ada seorangpun yang berani melawan. Jika ada sedikit saja masalah, aku selalu menyalahkan suamiku. Aku tak suka handuknya yang basah yang diletakkan di tempat tidur, aku sebal melihat ia meletakkan sendok sisa mengaduk susu di atas meja dan meninggalkan bekas lengket, aku benci ketika ia memakai komputerku meskipun hanya untuk menyelesaikan pekerjaannya. Aku marah kalau ia menggantung bajunya di kapstock bajuku, aku juga marah kalau ia memakai pasta gigi tanpa memencetnya dengan rapi, aku marah kalau ia menghubungiku hingga berkali-kali ketika aku sedang bersenang-senang dengan teman-temanku.
Tadinya aku memilih untuk tidak punya anak. Meskipun tidak bekerja, tapi aku tak mau mengurus anak. Awalnya dia mendukung dan akupun ber-KB dengan pil. Tapi rupanya ia menyembunyikan keinginannya begitu dalam sampai suatu hari aku lupa minum pil KB dan meskipun ia tahu ia membiarkannya. Akupun hamil dan baru menyadarinya setelah lebih dari empat bulan, dokterpun menolak menggugurkannya.
Itulah kemarahanku terbesar padanya. Kemarahan semakin bertambah ketika aku mengandung sepasang anak kembar dan harus mengalami kelahiran yang sulit. Aku memaksanya melakukan tindakan vasektomi agar aku tidak hamil lagi. Dengan patuh ia melakukan semua keinginanku karena aku mengancam akan meninggalkannya bersama kedua anak kami.
Waktu berlalu hingga anak-anak tak terasa berulang tahun yang ke-delapan. Seperti pagi-pagi sebelumnya, aku bangun paling akhir. Suami dan anak-anak sudah menungguku di meja makan. Seperti biasa, dialah yang menyediakan sarapan pagi dan mengantar anak-anak ke sekolah. Hari itu, ia mengingatkan kalau hari itu ada peringatan ulang tahun ibuku. Aku hanya menjawab dengan anggukan tanpa mempedulikan kata-katanya yang mengingatkan peristiwa tahun sebelumnya, saat itu aku memilih ke mal dan tidak hadir di acara ibu. Yaah, karena merasa terjebak dengan perkimpoianku, aku juga membenci kedua orangtuaku.
Sebelum ke kantor, biasanya suamiku mencium pipiku saja dan diikuti anak-anak. Tetapi hari itu, ia juga memelukku sehingga anak-anak menggoda ayahnya dengan ribut. Aku berusaha mengelak dan melepaskan pelukannya. Meskipun akhirnya ikut tersenyum bersama anak-anak. Ia kembali mencium hingga beberapa kali di depan pintu, seakan-akan berat untuk pergi.
Ketika mereka pergi, akupun memutuskan untuk ke salon. Menghabiskan waktu ke salon adalah hobiku. Aku tiba di salon langgananku beberapa jam kemudian. Di salon aku bertemu salah satu temanku sekaligus orang yang tidak kusukai. Kami mengobrol dengan asyik termasuk saling memamerkan kegiatan kami. Tiba waktunya aku harus membayar tagihan salon, namun betapa terkejutnya aku ketika menyadari bahwa dompetku tertinggal di rumah. Meskipun merogoh tasku hingga bagian terdalam aku tak menemukannya di dalam tas. Sambil berusaha mengingat-ingat apa yang terjadi hingga dompetku tak bisa kutemukan aku menelepon suamiku dan bertanya.
“Maaf sayang, kemarin Farhan meminta uang jajan dan aku tak punya uang kecil maka kuambil dari dompetmu. Aku lupa menaruhnya kembali ke tasmu, kalau tidak salah aku letakkan di atas meja kerjaku.” Katanya menjelaskan dengan lembut.
Dengan marah, aku mengomelinya dengan kasar. Kututup telepon tanpa menunggunya selesai bicara. Tak lama kemudian, handphoneku kembali berbunyi dan meski masih kesal, akupun mengangkatnya dengan setengah membentak. “Apalagi??”
“Sayang, aku pulang sekarang, aku akan ambil dompet dan mengantarnya padamu. Sayang sekarang ada dimana?” tanya suamiku cepat , kuatir aku menutup telepon kembali. Aku menyebut nama salonku dan tanpa menunggu jawabannya lagi, aku kembali menutup telepon. Aku berbicara dengan kasir dan mengatakan bahwa suamiku akan datang membayarkan tagihanku. Si empunya Salon yang sahabatku sebenarnya sudah membolehkanku pergi dan mengatakan aku bisa membayarnya nanti kalau aku kembali lagi. Tapi rasa malu karena “musuh”ku juga ikut mendengarku ketinggalan dompet membuatku gengsi untuk berhutang dulu.
Hujan turun ketika aku melihat keluar dan berharap mobil suamiku segera sampai. Menit berlalu menjadi jam, aku semakin tidak sabar sehingga mulai menghubungi handphone suamiku. Tak ada jawaban meskipun sudah berkali-kali kutelepon. Padahal biasanya hanya dua kali berdering teleponku sudah diangkatnya. Aku mulai merasa tidak enak dan marah.
Teleponku diangkat setelah beberapa kali mencoba. Ketika suara bentakanku belum lagi keluar, terdengar suara asing menjawab telepon suamiku. Aku terdiam beberapa saat sebelum suara lelaki asing itu memperkenalkan diri, “selamat siang, ibu. Apakah ibu istri dari bapak armandi?” kujawab pertanyaan itu segera. Lelaki asing itu ternyata seorang polisi, ia memberitahu bahwa suamiku mengalami kecelakaan dan saat ini ia sedang dibawa ke rumah sakit kepolisian. Saat itu aku hanya terdiam dan hanya menjawab terima kasih. Ketika telepon ditutup, aku berjongkok dengan bingung. Tanganku menggenggam erat handphone yang kupegang dan beberapa pegawai salon mendekatiku dengan sigap bertanya ada apa hingga wajahku menjadi pucat seputih kertas.
Entah bagaimana akhirnya aku sampai di rumah sakit. Entah bagaimana juga tahu-tahu seluruh keluarga hadir di sana menyusulku. Aku yang hanya diam seribu bahasa menunggu suamiku di depan ruang gawat darurat. Aku tak tahu harus melakukan apa karena selama ini dialah yang melakukan segalanya untukku. Ketika akhirnya setelah menunggu beberapa jam, tepat ketika kumandang adzan maghrib terdengar seorang dokter keluar dan menyampaikan berita itu. Suamiku telah tiada. Ia pergi bukan karena kecelakaan itu sendiri, serangan stroke-lah yang menyebabkan kematiannya. Selesai mendengar kenyataan itu, aku malah sibuk menguatkan kedua orangtuaku dan orangtuanya yang shock. Sama sekali tak ada airmata setetespun keluar di kedua mataku. Aku sibuk menenangkan ayah ibu dan mertuaku. Anak-anak yang terpukul memelukku dengan erat tetapi kesedihan mereka sama sekali tak mampu membuatku menangis.
Ketika jenazah dibawa ke rumah dan aku duduk di hadapannya, aku termangu menatap wajah itu. Kusadari baru kali inilah aku benar-benar menatap wajahnya yang tampak tertidur pulas. Kudekati wajahnya dan kupandangi dengan seksama. Saat itulah dadaku menjadi sesak teringat apa yang telah ia berikan padaku selama sepuluh tahun kebersamaan kami. Kusentuh perlahan wajahnya yang telah dingin dan kusadari inilah kali pertama kali aku menyentuh wajahnya yang dulu selalu dihiasi senyum hangat. Airmata merebak dimataku, mengaburkan pandanganku. Aku terkesiap berusaha mengusap agar airmata tak menghalangi tatapan terakhirku padanya, aku ingin mengingat semua bagian wajahnya agar kenangan manis tentang suamiku tak berakhir begitu saja. Tapi bukannya berhenti, airmataku semakin deras membanjiri kedua pipiku. Peringatan dari imam mesjid yang mengatur prosesi pemakaman tidak mampu membuatku berhenti menangis. Aku berusaha menahannya, tapi dadaku sesak mengingat apa yang telah kuperbuat padanya terakhir kali kami berbicara.
Aku teringat betapa aku tak pernah memperhatikan kesehatannya. Aku hampir tak pernah mengatur makannya. Padahal ia selalu mengatur apa yang kumakan. Ia memperhatikan vitamin dan obat yang harus kukonsumsi terutama ketika mengandung dan setelah melahirkan. Ia tak pernah absen mengingatkanku makan teratur, bahkan terkadang menyuapiku kalau aku sedang malas makan. Aku tak pernah tahu apa yang ia makan karena aku tak pernah bertanya. Bahkan aku tak tahu apa yang ia sukai dan tidak disukai. Hampir seluruh keluarga tahu bahwa suamiku adalah penggemar mie instant dan kopi kental. Dadaku sesak mendengarnya, karena aku tahu ia mungkin terpaksa makan mie instant karena aku hampir tak pernah memasak untuknya. Aku hanya memasak untuk anak-anak dan diriku sendiri. Aku tak perduli dia sudah makan atau belum ketika pulang kerja. Ia bisa makan masakanku hanya kalau bersisa. Iapun pulang larut malam setiap hari karena dari kantor cukup jauh dari rumah. Aku tak pernah mau menanggapi permintaannya untuk pindah lebih dekat ke kantornya karena tak mau jauh-jauh dari tempat tinggal
Sabtu, 18 Februari 2012
Kenapa Patah Hati Rasanya Sakit
Ini pertanyaan sejuta umat nih. Baik yang galau maupun yang belum. Buat kamu yang baru putus atau baru keluar dari lubang kelam kegalauan pasti pertanyaan ini terlintas selalu “Hanjing, kenapa begini amat sih?” atau kamu kamu yang lagi menghadapi teman dan saudara yang lagi berjuang di ruang hampa tanpa cinta dan kasih sayang. Kenapa sih? Ada apaan sih emangnya, sampe sebegitu amat rasanya kalau ditinggal kekasih dan pujaan hati? Gini nih soalnya..
Semua Terpusat Di Otak Kita.
Gapapa ya bahas sesuatu yang ilmiah dikit? Biar kamu agak pinteran dikit gitu, biar kalau ada yang tanya ‘kok elo ga move-on move on sih?’ kamu bisa jawab ‘iya nih soalnya Anterior Cingulate Cortex gue masih terus-terusan ngirim sinyal sakit, jadi gue belum bisa move on’. Aih sedap, jadi ya si ACC ini posisinya di bagian otak depan dan yang bertanggung jawab memberikan rasa sakit terhadap tubuh kamu setiap kali kamu merasa terkucilkan dalam lingkungan sosial. ACC ini juga merupakan bagian otak yang aktif kalo fisik kamu merasakan sakit, seperti dicubit. Sesimpel kalah main game aja bisa membuat si ACC ini bereaksi, apalagi ditinggal kekasih hati ya kan. Secara fisiologis hal ini menunjukan betapa kita manusia sangat membutuhkan hubungan sosial. Nah, mengingat ACC ini juga merupakan bagian otak yang aktif kalo fisik kamu merasakan sakit, jadi rasa sakit yang ditimbulkan sama patah hati ini juga beneran.
Tuh yg oren oren itu si ACC. Salahin doski yang bikin hati lo serasa diperes peres tiap kali kamu sakit hati.
Banyaknya Tahapan Yang Mesti Dilewatin.
Nah, kalo si ACC kan reaksi fisiknya, berikutnya reaksi psikisnya. Namanya Proses Grieving. Isinya antara lain ketidakstabilan emosional (emotional rollercoaster), kognitif (cara berpikir / perubahan cara pandang) dan perilaku. Tahapan yang harus kamu lewatin supaya bisa melangkah maju dari kelamnya masa lalu bersama si mantan adalah :
1. Denial/Penyangkalan
Ini adalah tahap pertama, dimana kamu masih menyangkal kejadian yang baru kamu alami. Rasanya masih gak percaya gitu, belum bisa menerima kenyataan. Jadi masih suka cubit-cubit diri sendiri gitu. Teah.
Contoh kasus :
- Kamu masih sms/bbm selamat pagi, siang, sore, malam, udah makan belum, hati-hati di jalan, hujan nih bawa jaket ga? Dan gak pernah dibalas. Dibaca sama dia, tapi gak dibalas.
- Kamu masih merasa status status fb dan twitter yang kangen dan pujian pujian no mention itu ditujukan kepada kamu. Padahal sih buat tukang nasi goreng.
2. Anger/Kemarahan.
Ini adalah ketika kamu ngerasa diinjak-injak dan tiba-tiba kamu jadi kesel dan benci banget sama situasi yang menimpa kamu. Kalo ini hubungannya sama mantan, ya benci banget sama si mantan deh.
Contoh kasus :
Dimana tiba-tiba kamu mulai menyusun banyak ide balas dendam di otak kamu.
3. Bargaining/Penawaran.
Ini adalah tahap dimana kamu merasa balas dendam kamu gak ada gunanya, terus kamu mulai ganti strategi, yaitu dengan berusaha jadi lebih baik gitu. Lebih baik karena ada maunya gitu. Kurang lebih kayak DPR gitu lah.
Contoh kasus :
Merubah penampilan dan perilaku seperti yang diharapkan oleh si mantan dulu waktu masih pacaran. Dengan harapan dia bisa melihat perubahan kamu dan mau balikan lagi. Cih
4. Depression.
Kamu mulai merasa terlalu sedih sampai udah gak bisa liat lagi apa gunanya terus beraktifitas seperti biasa. Cadangan rasa bahagia kamu karena ada orang yang sayang dan peduli sama kamu sudah habis. Kamu mulai menangis terus tidak terkendali dan lupa caranya tersenyum dan tertawa. Hiks.
Contoh kasus :
Ga doyan makan, susah tidur, ga konsen mengerjakan apa-apa, maunya sendirian aja di kamar, matiin lampu, tidur menghadap tembok. Tau-tau udah 3 hari berlalu. Kamu udah bau. Hii.
5. Acceptance.
Pada tahap ini, kamu sudah gak tau lagi apa yang dapat dilakukan untuk membuat perasaan jadi lebih baik. Ibaratnya mau marah juga udah gak bisa dan gak tau ke siapa lagi, mau nawar nawar juga udah gak ngerti caranya gimana, jadi kamu terima aja keadaan kayak gini. Kamu akhirnya mulai menjalani kehidupan kamu seperti biasa.
Contoh kasus :
Kamu bangun pagi, lihat matahari dan tiba-tiba aja merasa semua bisa dijalanin. Sedap.
Ah elah, patah hati emang sesuatu yang serius. Bisa mengakibatkan kematian kalau ga tertangani dengan baik. Tahapan diatas bisa berbeda-beda bagi setiap orang, rentang waktunya juga. Ada yang bisa berlama-lama di tahap anger tapi langsung loncat ke acceptance. Atau ada juga yang ga pernah sampe ke tahap acceptance tapi terus aja muter balik ke denial. Hati emang penuh misteri. Tapi paling gak dengan baca artikel ini, kamu jadi tau kan kenapa dinamakan patah hati? Karena rasa sakitnya nyata bro. Pedih. Ah. Asik.
Selasa, 21 September 2010
PNS.. masa depan aman= IQ jongkok
hahahahaha,,,, halo2,,, selamat datang (lagi) di catatan gw yang gila
Ups, jangan terusin bagi yang males baca.. Soalnya tulisan gw panjang n lebar nih...
Kalo panjang kasihan ibuknya, kalo lebar kasiahan bapaknya .. wkakkaka (hah... gak ada hubungannya)
sebelumnya, maaf klo ada yang tersinggung karena judul gw.
gw sama sekali tidak bermaksud menyakiti hati siapapun, karena istri gw juga calon PNS.
so, gw cuman ingin, banyak orang berpikir lebih gila.
orang pinter,,, wah dah banyak banget orang cerdas,,, juga ada dimana-mana
seperti orang bodoh yang diperlukan supaya orang pinter bisa disebut pinter.
negeri ini kurang rakyat gila,,, biar negeri ini bisa disebut waras.
***Pertama
oke, pasti, gw jamin 99% rakyat indonesia menganggap pekerjaan paling aman adalah menjadi PNS. bener?
klo jawab enggak, pasti gengsi mo bilang iya. wakakaka
hellooowww,,,,,
aman yang bagaimana maksudnya????
aman dari segi penghasilan? gajinya tetep?
bukannya klo gajinya tetep,,, malah itu ga aman ya??
sori, otak gw kebalik, alias gila, jadi sori klo aneh,,, wkwkwkw
gaji tetep itu malah ga aman donk,,, kita mo kerja sekeras apa juga,, hasilnya segitu aja kan??? so percuma donk,,,, kerja capek-capek hasilnya segitu-segitu aja,,,
bedakan dengan dagang! klo yang tadinya kita cuma buka toko, terus meningkat jualan juga pake gerobak biar bisa menjemput konsumen. hasilnya nambah kan??? makin berkeringat makin banyak hasil,,, ya ga???
sekarang yang lebih aman mana??
PNS apa dagang?
***Kedua
masih PNS???
soalnya klo kita males-malesan hasilnya juga tetep.
itu ya? wkwkwkw
terlalu banyak orang pinter, cerdas dan waras mengambil pola pikir seperti itu.
itulah yang namanya SAMPAH NEGARA.
hanya bisa menikmati pemberian negara tapi ga bisa memberi kenikmatan untuk negara.
mau di bilang SAMPAH NEGARA??
apa mo dagang aja? emang ada pedagang yang jadi sampah negara??
walaupun pedagang kecil, itu pahlawan negara. dia bisa hidup bukan dari pemberian negaranya.
so, masih menganggap PNS lebih aman??
***Ketiga
masih!!!!!!!!!!!!
soalnya ada pensiunan!!
wakakakakakakaka ngakak abiz ane denger ini,,,
pede amat bisa hidup mpe pensiun?? ha?? yakin umur bisa lebih dari 55??
makanan aja ga suka sayur,, sukanya ayam yang di goreng tepung,,,, burger yang kejunya banyak,,,,
minumnya? air putih??? halah ga jaman!!!! minum tuh yang bersoda,,, biar bisa terbang!!!!!!
klo abis makan ga ngrokok?? hah lidahnya pait!! lagian ga keren,,, hahaha
yakin bisa kerja mpe pensiun??? nyadar hoy,,,,,,, wkwkwkw
umur manusia makin lama makin pendek,,, makanya jangan nunggu tua klo mo sukses,,, ntar ga nyampe tua? sia-sia donk hidupnya,,,
so? masih mau berharap uang pensiun???
lah, klo mau,, dagangnya diperbanyak, diperluas,,, utamakan kepuasan pelanggan,,,
gedenya uang pensiun ga bakalan seberapa dibanding dengan hasil yang didapat dari memberikan tenaga yang lebih dalam berdagang.
bahkan klo pelanggan dah ga bisa ke lain hati, bukan cuma uang pensiun yang di dapat, rejeki buat anak turunan dah disiapkan.
nah lo! masih menganggap PNS lebih aman??
***Keempat
masih!!!!!!
soalnya gaji PNS pasti naik, minimal tetep. klo dagang bisa turun.
justru karena penghasilan bisa turun, maka saat itulah dia bisa lebih dekat dengan Penciptanya.
ya kan??? klo rugi pasti langsung berdoa,,, "Ya Allah,,, semoga daganganku laris,,,, hasilnya meningkat,,,," justru saat penghasilan turunlah Tuhan lebih senang. karena jarang ada hamba yang menyapa-Nya ketika penghasilannya naik.
so, kalau ga mau penghasilan turun, gampang koq, sapa Dia kalau penghasilan lagi naik.
karena PNS ga pernah turun penghasilannya,,, makanya banyak yang lupa ma Dia,,,
biar inget lagi, caranya bukan dikurangi penghasilannya,,, tapi mungkin dengan:
- pengeluaran yang tiba-tiba jadi banyak. mungkin karena anak sakit, mobil rusak, rumah ancur kena gempa, istri minta berlian segudang dan masih banyak lagi pengeluaran yang entah kenapa tiba-tiba penghasilan menjadi terasa makin dikit.
- dibiarkan korupsi. karena dengan korupsi, dia pasti akan terkena imbasnya.dan setelah kena imbasnya itu, pasti dia akan ingat dengan Tuhan yang telah mengijinkannya korupsi.
dan ingat, harta yang didapat oleh PNS adalah dari uang negara yang diatur oleh undang-undang. dan hukumannya adalah penjara.
beda dengan dagang, uangmu ya uangmu, mo diapakan juga bukan urusan negara.
so, mana yang lebih menakutkan? PNS atau pedagang?
***Kelima
Pedagang!!!!!!!!
soalnya pedagang paling segitu-gitu aja, klo PNS kan bisa naik pangkat.
wkwkwkwkw......
buat apa naik pangkat klo yang dapet manfaatnya cuma itu-itu aja? kerja buat anak istri, orang tua, saudara.
mo dari pangkat paling bawah mpe paling atas, jabatan pelaksana mpe menteri, klo yang bisa mendapat manfaatnya cuma mereka.
apa bedanya ma pedagang di pasar tradisional yang hasilnya juga buat anak istri, orang tua, saudara.
yakin hasil jadi PNS bisa lebih besar dari dagang?
***Keenam (
jadi PNS itu, hal yang sangat beresiko, terutama untuk kewarasan hidup.
lah kenapa bisa gitu?)
gemana enggak,,,
pangkat menyesuaikan tingkat pendidikan.
emang tingkat pendidikan selalu sesuai dengan kinerja dalam berbakti pada negara?
ada yang kerja banting tulang ngurus pekerjaan kantor, ada yang belajar banting tulang nyelesaikan kuliahnya buat naik pangkat.
kerjaan selesai dengan memuaskan, yang naik pangkat siapa? yang kuliah kan?
toh kerja rajin ma males penghasilan sama aja,, daripada sibuk kerja, mending sibuk belajar buat naik pangkat? ya ga? wakakakaka
mo naik pangkat karena prestasi, ada sih emang,,,, tapi berapa banyak yang bisa gitu? wkwkwkw,,, formalitas,,, bahkan menyedihkan,, karena banyak yang ga terima dia berbeda dengan yang lainnya. ya, begitulah PNS.
ibarat maen bola, biar harga pemain jadi mahal, pake seragamnya yang bagus,,, ga usah main bagus,, ga usah cetak gol banyak,,, jadi cadangan aja gpp koq, yang penting seragamnya rapih.
konyol ga?? gila ga??
wkwkwkw...
masih mau jadi PNS???
PNS aman???
aman, bagi kami orang gila. yang siap berkutat pada kehidupan yang gila. dan kami siap menggilakan negara ini.
tempat gila seperti ini, hanya untuk orang gila seperti kami. bukan untuk orang waras seperti kebanyakan orang.
sekian.
***Ketujuh
semoga bermanfaat...
untuk temana² yang tersentak, merenung, ataupun kesal dengan tulisan gw, mohon tinggalkan jejak di catatan ini. apapun itu, mo komentar, cacian, emoticon, gw terima. thanks
Sabtu, 25 Juli 2009
Inovasi Odol 2009
okeh..like my previous post,gw bakalan ngelanjutin beberapa cerita yg sempat tertunda.banyak hal yg terjadi sih bbrp hari belakangan ini.tapi gw malah blm sempat nulis,y seiring pergantian jam kerja gw yg pindah ke shift pagi(dulunya shift malem),tambah repot deh.y jangankan sempat nulis,buat OL ym ma forum aja kadang² g isa :( .But,,i'll survive..yeah...yeah..... (reff Cake - I Will Survive.hehehe)
saking lamanya g posting kejadian² di sekitar gw,gw malah cuma bisa sharing ma sahabat gw si dezt . Kemaren sepulang kerja,gw sempatin maen sehabis off dari tempat gawe.ceritranya si kira² gini.
pas mlm itu si biasa aja,gw off jam 8 malem dari tempat gawe.nah pas asih ½ 8 malem gw ditelpon ma si boss.kira² percakapan gw ma si boss adalah sebagai berikut :
**tulalit..tulalit.... hp gw berbunyi**
Gw : "hallo assalamualakium?"
Bos : "wa'alaikum salam,ndi,kowe mreneo neng omahku.nggowo'o peralatan tempur.tak enteni neng prapatan"
Gw : "Siap laksanakan Juragan"
yak,bagi pembaca yg g paham ma bahasa jawa,gw transletin pake Chandiel Translator V4.5.
Gw : "hallo assalamualakium?"
Bos : "wa'alaikum salam.ndi kamu kesinio kerumahku.bawa peralatan buat instal ulang komputer ya.aku tunggu di perempatan deket rumahku"
Gw : "Siap Juragan"
y kira² begitu deh intinya.hehehe
yak mata gw melirik jam,eh udah jam 8.langsung deh say goodbay for nou en si yu in oder sed (halah)
barangkat menggunakan motor tarik jabrik gw menuju ke tempat janjian gw ma si bos.trs singkat cerita gw ma si bos langsung menuju ke rumah orang yg mu di instal kompie nya (kita sebut aja orang itu "Client" biar enak.hehe)
pas sampe di rumah si client,terjadi hal yg g biasa gw temuin di tempat client2 laenya.
biasanya si klo pas gw dateng di rumah client,pasti di tawari : "Minumnya apa mas? teh? kopi? "
gw biasanya milih teh dah.biar bisa cepet tedor klo habis instal ulang.klo dikasih kopi bisa ngelayap kemana-mana gw (g cuma Tak Gendong yg bisa kemana-mana,kelayapan juga.hehehe).
Pas gw dateng,didalem udah disiapin jajan,camilan dan... 2 KOPI PANAS.doh... sobek pakdhe... :( .singkat cerota,pas gw uda selese instal ulang.. gw istirahat sambil ngerokok + dengerin lagu² yg ada di FD gw.dan siboss tiba² bilang : "ndy,kopimu ki lho..wes digawekne.ombenen disik" (in indonesian language : "ndy,ini kopimu..udah disiapin ini lho...minum sini dulu"
in english language : "andy...here's your coffe,c'mon.. sit here and lets have a coffe break dude')
dalam ati gw bilang : "doh...gw minum dikit dah biar ngehormatin yg buat kopi"
pas gw minum secawan,lho..koq manteb gini kopinya..gw malah ketagihan...mau lagi..lagi...dan lagi...hihihihi.
setelah pamit dan cium pipi kanan n pipi kiri ma si client,maka gw bergegas menuju pulau kapuk kesayangan gw.bermaksud kembali merajut mimpi gw buat bisa kencan ma Luna Maya lagi.hehehe.tapi... yg ada malah mata gw melek g karu²an.. dohh.. efek dari cafferin (bukan Efek Rumah Kaca) mulai bekerja deh..hhuhuhu.gabisa tedo..
gw buka pintu rumah..duduk² diluar ditemani sebatang rokok + lantunan angin malam (jahh..)
yg ada malah kedinginan gw --" .gw lirik jam,masih jam 10 malem.gw pikir² enaknya ngapain ya?mu dengerin musik + nyanyi treak² ntr dikira waria yg mu beranak.sssttt....teringatlah gw klo gw punya janji ma temen gw sidezt buat maen ke tempat kerja dia.okeh..gw keluarin lagi motor cicilan gw yg biasanya dipake adek gw buat pergi menuntut ilmu.
Perjalanannya kira² mbutuhin waktu 15 menit lah dengan kecepatan rata² 80km/jam.lumayan jauh sih.. melewati sawah² dan membelah kedinginan udara malam.. **perjalanan ini..terasa sangat menyakitkan.. -Ebiet G Ade mode : on**
trus g kerasa deh jam ½ 11 malem gw sampe di tempat kerja sidezt.disana gw g ngeliat anaknya.clingak clinguk gada orangnya.yg duduk di meja OP bukan sidezt.gw melangkah asuk ke tempat kerja doi,trus gw tanya :
Gw : "mas,pujoe neng ndi?"
Mas² : "Pujo neng kamar"
Gw : okeh...suwun
bergegas gw cari kamar..gw trus berjalan kebelakang...trs kebelakang..yg gw temuin malah jemuran --".baru deh setelah gw dikasih tau ma mas² tadi,gw bisa nemuin kamarnya pujoe.
pas gw buka kamarnya,gw melihat posisi tidur yg sangat menggemaskan.hihihi
sayangnya gw lum punya hp yg great,makanya gw urung buat mengabadikan posisi tidur yg menggemaskan itu.hihihi.
setelah gw bangunin,gw maki²,sampe gw cabutin bulu kakinya,baru dah sidezt bangun.setelah bangun,gw tanya :
Gw : 'lu kerja jam berapa?"
Sdezt :"jam 11"
gw ngelirik jam udah jam 12 malem --"
gw : "ayo ngopi dulu dah..sambil crita².pan udah lama g cerita²"
dezt : "yuuukkk.."
dan berangkatlah 2 sejoli itu tengah malam.hihihi
sesampainya di warung kopi kita banyak bgd ngobrolin hal².dari mulai forum,cara kerja,pengalaman hidup,video hot kita² pas malem hari.hihihi.gw gbisa cerita satu persatu kita ngomongin apa aja.soalnya banyak bgd.salah satu cerita pengalaman gw malah udah diposting di blognya cdezt.here are the link ---> clik here
aslinya gw g nyangka bgd pengalaman itu bakalan di posting ma cdezt.makasih banyak udah mau postingin pangalaman gw sob :).
g kerasa jam pun beralih ke jam 2 pagi.yeap,,kita kembali ke tempat kerja.di tempat kerjanya si dezt gw ma dia ngobrol² kesana kemari.chating ma chieprutbau sampe cam²an ma dia.hihihihi
dan g kerasa...jam udah menunjukan jam 3 pagi.so... gw pamitan ma cdezt cz gw besok kudu gawe lagi jam 8 pagi.
perjalanan pulangnya lebih keren lagi.hawanya dingin,jalannya bener² gelap.pluss.. gw ngelewatin TKP tempat kecelakaan yg menewaskan 4 orang sekaligus.bener² hawa yg gothic !! segothic Within Templation deh.hehehe
paginya..gw bangun jam ½ 8 pagi.bener² masih ngantuk..jalan ke kamar mandipun gw masih merem.cuci muka juga masih merem.nah..disinilah gw merasakan kejadian yg bener² bikin gw kapok mandi sambil merem.
pas gw ambil sikat gigi + pasta gigi (keadaan gw masih merem) gw ambil benda yg ada bulu²nya.."nah..pasti sikat gigi ni..." gw ambil benda bulet² "nah..pasti odol ni.."
gw kasih ke sikat gigi gw..trs mulai deh sikat gigi gw.pas selang beberapa detik gw nyikat gigi gw,koq kerasa ada yg aneh ya? koq rasanya wangi? gw buka deh mata gw. gw liat sikat gigi gw bener.masih ada busanya juga.gw liat tangan kiri gw,,sontak gw kaget.ternyata benda buled tadi bukan pasta gigi,tapi PONDS..!! PEMBERSIH WAJAH PUNYA ADEK GW...
langsung dah reflek gw muntahin busa²nya... dasar bego --"
beugh..abis itu ilfil dah gw.langsung cuci muka trus ngacir meninggalkan kamar mandi.ah kampret bener dah.. --"
sampe di tempat kerja,gw ceritain kejadian Inovasi Odol 2009 ini ma bantet,malah dia ketawa - tawa ampe nangis --".teganya...
dia bilang : "lha lu oon bgd si.. masa gabisa bedain bentuk odol ma pembersih wajah??"
y gw kan sambil merem... not @ 100% pas itu.masih ngantuk bgd.huuhuhu
ehmm... pesan gw sih :
JANGAN MANDI SAMBIL MEREM
untung di gw masih pembersih wajah.klo ntr ada kejadian pake pembersih wc gmn?
Waspadalah.... Waspadalah....hoohhooho....
Senin, 01 Juni 2009
Jakarta Oh Jakarta...
Jakarta: In Need of Improvements
Andre Vitchek
Worldpress.org contributing editor
July 26, 2007
Today, high-rises dot the skyline, hundreds of
thousands of vehicles belch fumes on congested traffic arteries and
super-malls have become the cultural centers of gravity in Jakarta ,
the fourth largest city in the world. In between towering
super-structures, humble kampongs house the majority of the city
dwellers, who often have no access to basic sanitation, running water
or waste management.
Pada saat ini, gedung pencakar langit, jalanan macet dipadati oleh
ratusan ribu kendaraan, dan mal-mal raksasa telah menjadi pusat
kebudayaan Jakarta, yang notabene merupakan kota terbesar ke-4 di
dunia. Terjepit di antara gedung tinggi, terhampar perkampungan di mana
bermukim sebagian besar penduduk Jakarta yang tidak memiliki akses
sanitasi dasar, air bersih atau pengelolaan limbah.
While almost all major capitals in the Southeast
Asian region are investing heavily in public transportation, parks,
playgrounds, sidewalks and cultural institutions like museums, concert
halls and convention centers, Jakarta remains brutally and
determinately 'pro-market' profit-driven and openly indifferent to the
plight of a majority of its citizens who are poor.
Di saat hampir semua kota-kota utama lain di Asia Tenggara
menginvestasikan dana besar-besaran untuk transportasi publik, taman
kota, taman bermain, trotoar besar, dan lembaga kebudayaan seperti
museum, gedung konser, dan pusat pameran, Jakarta tumbuh secara BRUTAL
dengan berpihak hanya pada PEMILIK MODAL dan TIDAK PEDULI akan nasib
mayoritas penduduknya yang MISKIN.
Most Jakartans have never left Indonesia , so they cannot compare their
capital with Kuala Lumpur or Singapore ; with Hanoi or Bangkok. Comparative
statistics and reports hardly make it into the local media. Despite the fact
that the Indonesian capital is for many foreign visitors a 'hell on earth,' the
local media describes Jakarta as "modern," "cosmopolitan, " and "a sprawling
metropolis."
Kebanyakan penduduk Jakarta belum pernah pergi ke luar negeri,
sehingga mereka tidak dapat membandingkan kota Jakarta dengan Kuala
Lumpur atau Singapura, Hanoi atau Bangkok. Liputan dan statistik
pembanding juga jarang ditampilkan oleh media massa setempat. Meskipun
bagi para wisatawan asing Jakarta merupakan NERAKA DUNIA, media massa
setempat menggambarkan Jakarta sebagai kota "modern", "kosmopolitan" ,
dan "metropolis" .
Newcomers are often puzzled by Jakarta 's lack of
public amenities. Bangkok, not exactly known as a user-friendly city,
still has several beautiful parks.
Even cash-strapped Port Moresby, capital of Papua New Guinea, boasts wide
promenades, playgrounds, long stretches of beach and sea walks.
Singapore and Kuala Lumpur compete with each other in building wide
sidewalks, green areas as well as cultural establishments. Manila,
another city without a glowing reputation for its public amenities, has
succeeded in constructing an impressive sea promenade dotted with
countless cafes and entertainment venues while preserving its World
Heritage Site at Intramuros. Hanoi repaved its wide sidewalks and
turned a park around Huan-Kiem Lake into an open-air sculpture museum.
Para pendatang/wisatawan seringkali terheran-heran dengan kondisi
Jakarta yang tidak memiliki taman rekreasi publik. Bangkok, yang tidak dikenal
sebagai kota yang ramah publik, masih memiliki beberapa taman yang
menawan. Bahkan, Port Moresby, ibukota Papua Nugini, yang miskin,
terkenal akan taman bermain yang besar, pantai dan jalan setapak di
pinggir laut yang indah.
But in Jakarta , there is a fee for everything. Many green spaces have been
converted to golf courses for the exclusive use of the rich. The approximately
one square kilometer of Monas seems to be the only real public area in
a city of more than 10 million. Despite being a maritime city, Jakarta
has been separated from the sea, with the only focal point being Ancol,
with a tiny, mostly decrepit walkway along the dirty beach dotted with
private businesses.
Di Jakarta kita perlu biaya untuk segala sesuatu. Banyak lahan hijau
diubah menjadi lapangan golf demi kepentingan orang kaya. Kawasan Monas
seluas kurang lebih 1 km persegi bisa jadi merupakan satu-satunya
kawasan publik di kota berpenduduk lebih dari 10 juta ini. Meskipun
menyandang predikat kota maritim, Jakarta telah terpisah dari laut
dengan Ancol menjadi satu-satunya lokasi rekreasi yang sebenarnya hanya
berupa pantai kotor.
Even to take a walk in Ancol, a family of four has to spend approximately
$4.50 (40,000 Indonesian Rupiahs) in entrance fees, something unthinkable
anywhere else in the world. The few tiny public parks which survived
privatization are in desperate condition and mostly unsafe to use.
Bahkan kalau mau jalan-jalan ke Ancol, satu keluarga dengan 4 orang
anggota keluarga harus mengeluarkan uang Rp 40.000 untuk tiket masuk,
satu hal yang tak masuk akal di belahan lain dunia. Beberapa taman
publik kecil kondisinya menyedihkan dan tidak aman.
There are no sidewalks in the entire city, if one applies international
standards to the word "sidewalk." Almost anywhere in the world (with the
striking exception of some cities in the United State, like Houston and Los
Angeles) the cities themselves belong to pedestrians. Cars are increasingly
discouraged from travelling in the city centres. Wide sidewalks are understood
to be the most ecological, healthy and efficient forms of short-distance public
transportation in areas with high concentrations of people.
Sama sekali tidak ditemui tempat pejalan kaki di seluruh penjuru kota
(tempat pejalan kaki yang dimaksud adalah sesuai dengan standar
"internasional" ). Nyaris seluruh kota-kota di dunia (kecuali beberapa
kota di AS, seperti Houston dan LA) ramah terhadap pejalan kaki. Mobil
seringkali tidak diperkenankan berkeliaran di pusat kota . Trotoar yang
lebar merupakan sarana transportasi publik jarak pendek yang paling
efisien, sehat, dan ramah lingkungan di daerah yang padat penduduk.
In Jakarta , there are hardly any benches for people to sit and relax, and
no free drinking water fountains or public toilets. It is these small, but
important, 'details' that are symbols of urban life anywhere else in the
world.
Di Jakarta, nyaris tidak dijumpai bangku untuk duduk dan rileks, tidak
ada keran air minum gratis atau toilet umum. Ini memang remeh, tapi sangat
penting, merupakan suatu detil yang menjadi simbol kehidupan perkotaan di bagian lain dunia.
Most world cities, including those in the region, want to be visited and
remembered for their culture. Singapore is managing to change its
'shop-till-you- drop' image to that of the centre of Southeast Asian arts. The
monumental Esplanade Theatre has reshaped the skyline, offering first-rate
international concerts in classical music, opera, ballet, and also featuring
performances from some of the leading contemporary artists from the
region. Many performances are subsidized and are either free or cheap,
relative to the high incomes in the city-state.
Sebagian besar kota-kota dunia, ingin dikunjungi dan dikenang akan kebudayaannya. Singapura sedang berupaya mengubah citra kota
belanjanya menjadi jantung kesenian Asia Tenggara. Esplanade Theatre yang
monumental telah mengubah wajah kota Singapura, dimana ia menawarkan
konser musik klasik, balet, dan opera internasional kelas satu, di
samping pertunjukan artis kontemporer kawasan. Banyak pertunjukan yang
disubsidi dan seringkali gratis atau murah, bila dibandingkan dengan
pendapatan warga kota yang relatif tinggi.
Kuala Lumpur spent $100 million on its philharmonic concert hall, which is
located right under the Petronas Towers, among the tallest buildings in the
world. This impressive and prestigious concert hall hosts local orchestra
companies as well top international performers. The city is currently spending
further millions to refurbish its museums and galleries, from the National
Museum to the National Art Gallery.
Kuala Lumpur menghabiskan $100 juta untuk membangun balai konser
philharmonic yang terletak persis di bawah Petronas Tower, salah satu gedung
tertinggi di dunia. Balai konser prestisius dan impresif ini mempertunjukkan
grup orkestra lokal dan internasional. Kuala Lumpur juga sedang
menginvestasikan beberapa juta dolar untuk memugar museum dan galeri, dariMus eum Nasional hingga Galeri Seni Nasional.
Hanoi is proud of its culture and arts, which are
promoted as its major attraction millions of visitors flock into the
city to visit countless galleries stocked with canvases, which can be easily described as some of the best in Southeast Asia. Its beautifully restored Opera House regularly offers Western and Asian music treats.
Hanoi bangga akan budaya dan seninya, yang dipromosikan guna menarik
jutaan turis untuk mengunjungi galeri-galeri lukisan yang tak terhitung
jumlahnya, di mana lukisan tersebut merupakan salah satu yang terbaik
di Asia Tenggara. Gedung Operanya yang dipugar secara reguler
mempertunjukkan pagelaran musik Asia dan Barat.
Bangkok's colossal temples and palaces coexist with
extremely cosmopolitan fare international theater and film festivals,
countless performances, jazz clubs with local and foreign artists on
the bill, as well as authentic culinary delights from all corners of
the world. When it comes to music, live performances and nightlife,
there is no city in Southeast Asia as vibrant as Manila.
Candi-candi dan istana kolosal di Bangkok eksis berdampingan dengan
teater dan festival film internasional, klub jazz yang tak terhitung
jumlahnya, dan juga pilihan kuliner otentik dari segala penjuru dunia.
Kalau bicara musik dan kehidupan malam, tak ada kota di Asia Tenggara
yang semeriah Manila .
Now back to Jakarta. Those who have ever visited the city's 'public
libraries' or National Archives building will know the difference. No wonder; in
Indonesia education, culture and arts are not considered to be 'profitable'
(with the exception of pop music), and are therefore made absolutely
irrelevant. The country spends the third lowest amount in the world on
education (according to The Economist, only1.2 percent of its GDP)
after Equatorial Guinea and Ecuador (there the situation is now rapidly
improving with the new progressive government).
Nah, sekarang balik ke Jakarta . Siapapun yang bernah berkunjung
ke "perpustakaan umum" atau gedung Arsip Nasional pasti tahu bedanya.
Tak heran, dalam pendidikan Indonesia, budaya dan seni tidak dianggap
"menguntungkan" (kecuali musik pop), sehingga menjadi tidak relevan.
Indonesia merupakan negara dengan ANGGARAN PENDIDIKAN TERENDAH nomor 3 di dunia (menurut The Economist, hanya 1,2% dari PDB) setelah Guyana Khatulistiwa dan Ekuador (di kedua negara tersebut keadaan sekarang berkembang cepat berkat pemerintahan baru yang progresif).
Museums in Jakarta are in appalling condition, offering absolutely no
important international exhibitions. They look like they fell on the city from a
different era and no wonder the Dutch built almost all of them. Not only are
their collections poorly kept, but they lack elements of modernity there are no
elegant cafes, museum shops, bookstores or even public archives. It
appears that the individuals running them are without vision and
creativity. However, even if they did have inspired ideas, there would
be no funding to carry them out.
Museum di Jakarta berada dalam kondisi memprihatinkan, sama sekali tidak
menawarkan eksibisi internasional. Museum tersebut terlihat seperti
berasal dari zaman baheula dan tak heran kalau Belanda yang membangun
semuanya. Tidak hanya koleksinya yang tak terawat, tapi juga ketiadaan
unsur-unsur modern seperti kafe, toko cinderamata, toko buku atau
perpustakaan publik. Kelihatannya manajemen museum tidak punya visi
atau kreativitas. Bahkan, meskipun mereka punya visi atau kreativitas,
pasti akan terkendala dengan ketiadaan dana.
It seems that Jakarta has no city planners, only private developers that
have no respect for the majority of its inhabitants who are poor (the great
majority, no matter what the understated and manipulated government
statistics say). The city abandoned itself to the private sector, which
now controls almost everything, from residential housing to what were
once public areas.
Sepertinya Jakarta tidak punya perencana kota, hanya ada pengembang
swasta yang tidak punya respek atau kepedulian akan mayoritas penduduk
yang miskin (mayoritas besar, tak peduli apa yang dikatakan oleh data
statistik yang seringkali DIMANIPULIR pemerintah). Kota Jakarta praktis
menyerahkan dirinya ke sektor swasta, yang kini nyaris mengendalikan
semua hal, mulai dari perumahan hingga ke area publik.
While Singapore decades ago, and Kuala Lumpur recently, managed to fully
eradicate poor, unsanitary and depressing kampongs from their urban areas,
Jakarta is unable or unwilling to offer its citizens subsidized, affordable
housing equipped with running water, electricity, a sewage system,
wastewater treatment facilities, playgrounds, parks, sidewalks and a
mass public transportation system.
Sedangkan beberapa dekade yang lalu di Singapura, dan baru-baru ini di
Kuala Lumpur, mereka berhasil menghilangkan total perkampungan kumuh
dari wilayah kota, namun Jakarta tidak mampu atau tidak mau memberikan
warganya perumahan bersubsidi dengan harga terjangkau yang dilengkapi
dengan air ledeng, listrik, sistem pembuangan limbah, taman bermain,
trotoar dan sistem transportasi massal.
Rich Singapore aside, Kuala Lumpur with only 2 million inhabitants boasts
one metroline (Putra Line), one monorail, several efficient Star LRT lines,
suburban train links and high-speed rail system connecting the city with its
new capital Putrajaya. The "Rapid" system counts on hundreds of modern,
clean and air-conditioned buses. Transit is subsidized; a bus ticket on
"Rapid" costs only $.60 (2 Malaysian Ringgits) for unlimited day use on
the same line. Heavily discounted daily and monthly passes are also
available.
Selain Singapura, Kuala Lumpur dengan berpenduduk hanya 2 juta jiwa
memiliki satu jalur Metro (Putra Line), satu monorail, beberapa jalur
LRT Star yang efisien, dan jaringan kereta api kecepatan tinggi yang
menghubungkan kota dengan ibu kota baru Putrajaya. Sistem "Rapid"
memiliki ratusan bus modern, bersih, dan ber-AC. Tarifnya disubsidi,
tiket bus Rapid hanya sekitar 2 Ringgit (kurang lebih Rp 4.600,00)
untuk penggunaan tak terbatas sepanjang hari di jalur yang sama. Tiket
abonemen bulanan dan harian yang sangat murah juga tersedia.
Bangkok contracted German firm Siemens to build two long "Sky Train" lines
and one metro line. It is also utilizing its river and channels as both public
transportation and as a tourist attraction. Despite this enormous
progress, the Bangkok city administration claims that it is building an
additional 50 miles (80 kilometers) of tracks for these systems in order to convince citizens to leave their cars at home and use public transportation. Polluting pre-historic buses are being banned from Hanoi, Singapore, Kuala Lumpur and gradually from Bangkok. Jakarta, thanks to corruption and phlegmatic officials, is in its own league even in this field.
Bangkok menunjuk kontraktor Siemens dari Jerman untuk membangun 2 jalur
panjang "Sky Train" dan satu jalur metro. Bangkok juga memanfaatkan
sungai dan kanal sebagai transportasi publik dan objek wisata.
Pemerintahan kota Bangkok juga mengklaim bahwa mereka sedang membangun jalur tambahan sepanjang 80 km untuk sistem tersebut guna meyakinkan penduduk untuk meninggalkan mobil mereka di rumah dan memanfaatkan transportasi umum. Bus-bus kuno yang berpolusi sudah sepenuhnya dilarang beroperasi di Hanoi , Singapura, Kualalumpur, dan Bangkok. Jakarta? Berkat korupsi dan pejabat pemerintahan yang tak kompeten, Jakarta tenggelam dalam kondisi yang berkebalikan dengan kota-kota tersebut.
Mercer Human Resource Consulting, in its reports
covering quality of life, places Jakarta repeatedly on the level of
poor African and South Asian cities, below metropolises like Nairobi
and Medellin.
Mercer Human Resource Consulting, dalam laporannya tentang kualitas
hidup, menempatkan Jakarta di posisi setara dengan kota-kota miskin di
Afrika dan Asia Selatan, bahkan di bawah kota Nairobi dan Medellin
Considering that it is in the league with some of the poorest capitals of
the world, Jakarta is not cheap. According to the Mercer Human Resource
Consulting 2006 Survey, Jakarta ranked as the 48th most expensive city
in the world for expatriate employees, well above Berlin (72nd),
Melbourne (74th) and Washington D.C. (83rd). And if it is expensive for
expatriates, how is it for local people with a GDP per capita below
$1,000?
Walaupun Jakarta menjadi salah satu ibukota terburuk di dunia, hidup di
sana tidaklah murah. Menurut Survey Mercer Human Resource Consulting
tahun 2006, Jakarta menduduki peringkat 48 kota termahal di dunia untuk
ekspatriat, jauh di atas Berlin (peringkat 72), Melbourne (74) dan
Washington DC (83). Nah, kalau untuk ekspatriat saja mahal, apalagi
buat penduduk lokal yang pendapatan per kapita DI BAWAH $1000??
Curiously, Jakartans are silent. They have become inured to appalling air
quality just as they have gotten used to the sight of children begging, even
selling themselves at the major intersections; to entire communities living
under elevated highways and in slums on the shores of canals turned
into toxic waste dumps; to the hours-long commutes; to floods and rats.
Anehnya, orang Jakarta diam seribu bahasa. Mereka pasrah akan kualitas
udara yang jelek, terbiasa dengan pemandangan pengemis di perempatan
jalan, dengan kampung kumuh di bawah jalan layang dan di pinggir sungai
yang kotor dan penuh limbah beracun, dengan kemacetan berjam-jam,
dengan banjir dan tikus.
But if there is to be any hope, the truth has to
eventually be told, and the sooner the better. Only a realistic and
brutal diagnosis can lead to treatment and a cure. As painful as the
truth can be, it is always better than self-deceptions and lies.
Jakarta has fallen decades behind capitals in the neighbouring
countries in aesthetics, housing, urban planning, standard of
living, quality of life, health, education, culture, transportation, food
quality and hygiene. It has to swallow its pride and learn from Kuala Lumpur,
Singapore, Brisbane and even in some instances from its poorer neighbours like Port Moresby , Manila and Hanoi.
Kalau saja ada sedikit harapan, kebenaran pasti akan terucap, dan
semakin cepat semakin baik. Hanya diagnosis kejam dan realistis yang
bisa mengarah pada obat. Betapapun pahitnya kebenaran, tetap saja lebih
baik ketimbang dusta dan penipuan. Jakarta telah tertinggal jauh di
belakang ibukota lain negara tetangga dalam hal estetika, pemukiman,
kebudayaan, transportasi, dan kualitas dan higiene makanan. Sekarang
Jakarta telah kehilangan kebanggaan dan mesti belajar dari Kuala
Lumpur, Singapura, Brisbane, dan bahkan dalam beberapa hal dari
tetangganya yang lebih miskin seperti Port Moresby, Manila, dan Hanoi.
Comparative statistics have to be transparent and widely available.
Citizens have to learn how to ask questions again, and how to demand
answers and accountability. Only if they understand to what depths
their city has sunk can there be any hope of change. "We have to watch
out," said a concerned Malaysian filmmaker during New Year's Eve
celebrations in Kuala Lumpur . " Malaysia suddenly has too many
problems. If we are not careful, Kuala Lumpur could end up in 20 or 30
years like Jakarta!"
Data statistik harus transparan dan tersedia luas. Warga harus belajar
bertanya dan bagaimana untuk memperoleh jawaban dan akuntabilitas.
Hanya kalau mereka memahami seberapa dalamnya kota mereka telah
terperosok, maka barulah ada harapan. "Kita harus berhati-hati" kata
produser film Malaysia dalam perayaan tahun baru di Kualalumpur. "
Malaysia punya banyak masalah. Kalau kita tidak hati-hati, dalam 20-30
tahun Kuala Lumpur akan bernasib sama seperti Jakarta!"
Could this statement be reversed? Can Jakarta find
the strength and solidarity to mobilize in time catch up with Kuala
Lumpur ? Can decency overcome greed? Can corruption be eradicated and
replaced by creativity? Can private villas shrink in size and green
spaces, public housing, playgrounds, libraries, schools and hospitals
expand?
Dapatkah pernyataan ini dibalik? Mampukah Jakarta menemukan kekuatan
dan solidaritas untuk mobilisasi sehingga dapat menyaingi Kuala Lumpur?
Mampukah kecukupan mengatasi keserakahan? Dapatkah korupsi diberantas
dan diganti dengan kreatifitas? Akankah ukuran vila pribadi mengecil,
dan kawasan hijau, perumahan publik, taman bermain, perpustakaan,sekolah dan rumah sakit berkembang pesat?
An outsider like me can observe, tell the story and
ask questions. Only the people of Jakarta can offer the answers and
solutions.
Orang luar seperti saya hanya dapat mengamati, bercerita, dan bertanya.
Dan hanya masyarakat Jakarta yang punya jawaban dan solusinya.
______________________________________________________________________
Itulah Indonesia Raya .....
Abis Jakarte Surabaya ... Ujung Pandang, Medan dll, coba loe lihat lingkungan kota kota tsb, ampir ampir sama dengan Jakarta, bedanya Jakarta cuman Ibukota doang!
Terkadang gua berpikir kalo kita masih dibawah Belanda, gua yakin Jakarta gak seancur gini! Lalu kenapa? Apa Negeri ini kurang orang Pintar?
Tidak ....
Malah sebaliknya, kebanyakan, saking banyak, banyak yg pintar ngibuilin rakyat, Mark Up anggaran lah, demi kepentingan pribadi atau kelompok Itulah salah satu alasan juga kenapa Jalanan di negeri ini sering tambal bolong getu!
Hal yg laen adalah banyak orang rakus di negeri ini, entah itu aparat, pejabat, dll, saking rakus dan lapar, jatah untuk orang miskin dan membutuhkan dimakan juga!
Negeri ini butuh orang pemimpin yg bukan hanya pintar tapi juga peroso, yg bisa rasakan penderitaan rakyat dan berempati dengan beban mereka
Yah, kita butuh pemimpin yg peka mata hatinya, bukan peka terhadap jabatan atau duit ....
Jumat, 29 Mei 2009
Pengenalan Pertama Pada Internet
jadi bagi yg pengen tau asal internet,apa itu internet,cara pengenalan internet,mendingan DITUTUP aja page ini,karena GAK ADA HUBUNGANYA SAMA SEKALI
wkakaakakakakka
piss boss..

Gw cuma pengen ceritain pengalaman pertama kenal sama yg namanya internet.abisnya beban pikiran semakin banyak,kerjaan semakin menumpuk,jadi alangkah baiknya daripada di Shift + Del dari pikiran,mending ditulis disini.ya g cuy??
Uhuk..uhuk.. [halah..] jadi begini ceritanya,dulu sih pas masih sd pas gw masih imut dan sangat menggemaskan (
Duduk di dalam kbu,mulai menyalakan komputer,gw sendiri cuma diem,duduk bengong sambil garuk² bokong
pastinya tau sendiri apa yg bakalan kebuka.hihihihi
ckckckck..oohhh masa kecilku yg rusak... wkwkwkw
Whatever deh..yg pasti enjoy lah waktu itu liat gituan [klo gw nulis disini gasuka ato g nyaman,pasti banyak yg maki²
dulunya sih waktu pertama blm ada blog²,blm ada situs penyedia lagu²,saya downloadnya dari Mirc.
bentar,sejenak mu dengerin lagunya Blackstar - Abnormal Aku hihiihihi lagunya gw bgd !!
-----------------------------------------BRB-------------------------------------------
15 menit kemudian : lho? koq 15 menit? yaeyalah.secara lagunya gw ulang² terus.xixixixi
Okeh,,lanjut lagi.. awalnya si tau fungsi Mirc cuma buat chat and ngobrol² ma teman di dunia maya.sampai pada suatu saat di warnet langganan saya [warnet disamping kantor pos,saiki wes modyar warnet'e.wkakakakaka
Gw tanya ma operatornya,dimana sih tempat downloadnya??,soalnya klo gw cari² di internet,isinya tulisan buy,buy,and buy
Disitu dikasih tau kalo sebenernya dapetnya dari Mirc.dulu beliau join di 2 chanel.di #nullus sama #indomp3z.mulai belajar n mulai paham sedikit command @nick,!nick,/s,/me,command-command yg sangat sederhana.nah dari situ mulai deh berdownload-download ria via Mirc.dulu nick irc gw klo ga salah kUrt [Grunge Never Die
Seiring berjalannya waktu,mulai banyak situs² penyedia link download mp3 for 100% free.
dulu pertama sih join di multiply.soalnya dulu pas googling cari lagunya Peterpan,masuknya disitu.oke deh gw join.
.setelah join,wa..teryata enak,tinggal klik download² doank..
namun,lambat laun,semakin lama,[halah bahasa lu..] semakin di persulit keknya,cuma bisa download playlistnya doank.
Dengan sedikit trik,
download playlistnya,puter di winnamp.nah..di winnamp kan streaming tuh lagu,tinggal pilih lagunya,klik kanan,pilih View Page Info.keluar deh url asli tempat file itu berasal.tinggal copas di mozilla n download.hihihiihhi.sekarang gatau deh gmn cara downloadnya,udah jarang kesana.
Next,gw kenal komunitas internet adalah kaskus.y tau ndiri,kaskus,nama yg udah g asing lagi bagi kaum netter.disana nemuin banyak album² baru yg apdet terus.
TAPI.... kudu jeli deh,dan sabar tentunya,soalnya postingannya bejibun bgd.!!kadang 1 topik bisa 13 page
udah maleus..hheu.say goodbay ma kaskus
Then,gabung ma komunitas
dari situ sih gw nemuin banyak bgd link yg pake Rapidshare.com,padahal tau ndiri,rapid kan susah..buat download.kudu nunggu 30 detik,masukin kode,baru bisa download.itupun klo g keduluan ma orang laen.huhuhu
Singkat cerita,setelah gw kerja jadi babu warnet
Pake ilmu lama deh akhirnya,Try And Error,Learning By Doing
googling-googling,dapet deh sedikit pencerahan ttg kenapa koq rapidshare?.ternyata klo di rapidshare,setiap file kita sebesar 5mb yg didowload oleh orang,maka kita akan mendapatkan 3 point.dan setiap 10.000 point,bisa ditukarkan dengan account premium rapidshare selama sebulan.dari situlah gw mulai agak semangat buat upload.TINGKATKAN SEMANGAT UPLOAD !! kalo kata sonnie sih gitu,hihihihi.
Semakin semangat cari source mp3 baru,tiap mlm isinya upload melulu.hihihihiihi. [waktu itu gw lum kenal yg namanya tag,dan sebagainya di internet,bego banged yak..hiihhihi
Sampai sekarang pun setelah lulus kuliah programing,kegiatan gw pun ga jauh dari yg namanya :
download --> re-tag --> upload
download --> re-tag --> upload
download --> re-tag --> upload
download --> re-tag --> upload
Ya..terlepas dari yg namanya hak cipta,copyright,mlegendes ndas'e mbahmu kui.gw tetep enjoy ngelakuin ini semua.bingung juga juga,kenapa dulu gw ambil matkul programing yak?
wkakakakakakkaka aslinya sih,gw nulis ini cuma buat kerjaan sambil nunggu upload album : Kitaro - Impressions Of The West Lake [2009] pesenan bro ultramantaro@indomp3z.us via indowebster.
wkwkwkwkwk
dan yg paling utama :
penting gak sih gw nulis beginian?
hihihi...see y on next post.thanks for reading..
salam hangat
chandiel






